Kenapa saya memakai kata pemberani dalam posting kali ini?
Apa yang akan kita bahas adalah superhero??
Bukan....Lebih dari superhero malah, melebihi selebriti juga, hampir setiap hari jadi bahan perbincangan hangat...
Di dunia maya, media cetak, elektronik, situs jejaring sosial, bahkan kalangan musisi...
This is it, Nurdin Halid...
Lebih dari sepekan membuat pendemo sibuk menuntut beliau untuk turun, berjam-jam rapat memenuhi undangan komisi X DPR tapi kita pun tak tahu arah masa depan yang dibicarakan akan di bawa kemana, bahkan surat terbuka dari seseorang yang mengaku putri dari beliau yang beredar beberapa hari yang lalu pun laris menjadi perbincangan...
Lalu kabar terhangat yang muncul lagi tentang beliau?
Ini sedikit kutipan saya dari Rimanews.com, semoga semakin membuat kita untuk lebih menyebit belau "si Pemberani"....hehe ^^
Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan akhir-akhir ini dan siap blak-blakan mengenai masalah ini jika ia mendapatkan jaminan perlindungan dari Komisi X DPR. Ia menyampaikan hal tersebut saat rapat dengar pendapat umum dengan Komisi X DPR, Selasa (1/3/2011).
"Saya mohon perlindungan keamanan. Saya ingin blak-blakan dan transparan. Saya dan keluarga saya diancam, dibunuh dan ditembak," ujar Nurdin dengan mata berkaca-kaca.
"Saya akan jelaskan semua siapa menteri yang mengancam saya. Siapa pejabat tinggi yang mengancam saya, asalkan bapak-bapak di sini mau melindungi saya secara hukum," sambung pria yang kerap disapa Puang tersebut.
Nurdin juga membawa dua orang yang disebutnya tahu bagaimana keluarganya di daerah mendapatkan ancaman.
Sayangnya, setelah melalui perundingan, Nurdin tak jadi blak-blakan. Komisi X DPR sepakat hal ini hanya akan dibahas di rapat tertutup karena menyangkut beberapa nama penting.
Hammm....
mana yang benar mana yang salah semakin kabur...
tapi kita tunggu saja apa kabar terangat selanjutnya seputar kisah nyata ini, semoga bukan lagi cerita kabur atau cerita yang dikaburkan...
Hyuga Anna, memberikan lebih dari sekedar berita...
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Maret 2011
Senin, 28 Februari 2011
Peter Pan, lebih dari sekedar tokoh fantasi...
Pernah melihat laki-laki dengan postur tubuh dewasa tetapi pemikirannya belum matang alias masih seperti anak kecil??
Sebagian dari kita mungkin pernah atau bahkan sering menemukannya...
Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka??
Sebuah kesengajaan atau lebih pada bentuk kelainan...??
Kita simak berita dari kutipan yang saya dapat dari VIVAvorum...
Laki-laki dewasa yang memiliki pola pikir atau perilaku seperti anak-anak atau pemikiran yang belum matang banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini disebut dengan Sindrom Peter Pan (Peter Pan Syndrome).
Humbelina Robles Ortega, profesor dari Department of Personality, Evaluation and Psychological Treatment di University of Granada memperingatkan bahwa orangtua yang terlalu melindungi anak (overprotective) bisa membuat anaknya mengembangkan Sindrom Peter Pan.
"Kondisi ini biasanya mempengaruhi orang-orang yang sangat tergantung dengan keluarganya sehingga belum mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi hidup," ungkapnya, seperti dikutip dari ScienceDaily.
Sindrom Peter Pan biasanya mempengaruhi orang-orang yang tidak mau atau merasa tidak mampu untuk tumbuh menjadi orang dewasa, jadi meskipun ia sudah dewasa tapi pemikirannya masih seperti anak-anak.
Saat ini Organisasi kesehatan dunia (WHO) belum mengakui Sindrom Peter Pan sebagai bagian dari gangguan psikologis. Meski demikian jumlah orang dewasa yang memiliki perilaku emosional seperti anak-anak jumlahnya terus berkembang di masyarakat barat.
Umumnya ia tidak mampu untuk tumbuh dan mengambil tanggung jawab sebagai orang dewasa serta menikmati dirinya sebagai anak atau remaja bahkan ketika sudah berusia lebih dari 30 tahun.
Orang-orang yang terkena Sindrom Peter Pan melihat dunia orang dewasa sebagai sesuatu yang sangat problematik atau penuh dengan masalah serta sangat menyukai dunia remaja atau anak-anak. Kondisi inilah yang membuat ia lebih senang tinggal di dunia dan pemikiran remaja atau anak-anak.
Sindrom Peter Pan bisa dimiliki oleh laki-laki maupun perempuan, tapi kondisi ini tampaknya lebih banyak mempengaruhi kaum laki-laki.
Beberapa karakteristik yang muncul dari sindrom ini adalah:
1. Ketidakmampuan seseorang untuk mengambil tanggung jawab
2. Tidak mampu melakukan suatu hal sendiri
3. Tidak mampu menempati janji
4. Kurangnya kepercayaan diri
5. Berusaha mencari mitra atau teman yang lebih muda
6. Tidak memiliki rencana tentang masa depan
7. Takut akan kesepian
Robles menuturkan satu-satunya solusi untuk kondisi ini adalah memberikan perlakuan psikologis yang tepat, dalam hal ini tidak terlalu memanjakan anak tapi harus membimbingnya sesuai dengan usianya. Untuk itu solusi yang diberikan tidak hanya terbatas pada orang yang memiliki Sindrome Peter Pan saja, tapi mencakup keluarga atau pasangannya.
Peter Pan adalah cerita dongeng barat yang dikarang oleh Sir James Matthew Barrie. Peter Pan merupakan budak laki-laki yang tidak akan tumbuh besar dan secara ajaib enggan untuk membesar. Ia menghabiskan masa pengembaraan kanak-kanak abadinya dalam sebuah pulau kecil yang bernama Neverland.
Woow, sebuah polemik ya, dikala perkembangan zaman yang semakin tak terkejar...
Semoga solusi diatas bisa bermanfaat ketika kita berhadapan dengan penyandang sindrom Peter Pan... (boleh disebut PeterPaners gak ya??? hehe ^^)
Sebagian dari kita mungkin pernah atau bahkan sering menemukannya...
Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka??
Sebuah kesengajaan atau lebih pada bentuk kelainan...??
Kita simak berita dari kutipan yang saya dapat dari VIVAvorum...
Laki-laki dewasa yang memiliki pola pikir atau perilaku seperti anak-anak atau pemikiran yang belum matang banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini disebut dengan Sindrom Peter Pan (Peter Pan Syndrome).
Humbelina Robles Ortega, profesor dari Department of Personality, Evaluation and Psychological Treatment di University of Granada memperingatkan bahwa orangtua yang terlalu melindungi anak (overprotective) bisa membuat anaknya mengembangkan Sindrom Peter Pan.
"Kondisi ini biasanya mempengaruhi orang-orang yang sangat tergantung dengan keluarganya sehingga belum mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi hidup," ungkapnya, seperti dikutip dari ScienceDaily.
Sindrom Peter Pan biasanya mempengaruhi orang-orang yang tidak mau atau merasa tidak mampu untuk tumbuh menjadi orang dewasa, jadi meskipun ia sudah dewasa tapi pemikirannya masih seperti anak-anak.
Saat ini Organisasi kesehatan dunia (WHO) belum mengakui Sindrom Peter Pan sebagai bagian dari gangguan psikologis. Meski demikian jumlah orang dewasa yang memiliki perilaku emosional seperti anak-anak jumlahnya terus berkembang di masyarakat barat.
Umumnya ia tidak mampu untuk tumbuh dan mengambil tanggung jawab sebagai orang dewasa serta menikmati dirinya sebagai anak atau remaja bahkan ketika sudah berusia lebih dari 30 tahun.
Orang-orang yang terkena Sindrom Peter Pan melihat dunia orang dewasa sebagai sesuatu yang sangat problematik atau penuh dengan masalah serta sangat menyukai dunia remaja atau anak-anak. Kondisi inilah yang membuat ia lebih senang tinggal di dunia dan pemikiran remaja atau anak-anak.
Sindrom Peter Pan bisa dimiliki oleh laki-laki maupun perempuan, tapi kondisi ini tampaknya lebih banyak mempengaruhi kaum laki-laki.
Beberapa karakteristik yang muncul dari sindrom ini adalah:
1. Ketidakmampuan seseorang untuk mengambil tanggung jawab
2. Tidak mampu melakukan suatu hal sendiri
3. Tidak mampu menempati janji
4. Kurangnya kepercayaan diri
5. Berusaha mencari mitra atau teman yang lebih muda
6. Tidak memiliki rencana tentang masa depan
7. Takut akan kesepian
Robles menuturkan satu-satunya solusi untuk kondisi ini adalah memberikan perlakuan psikologis yang tepat, dalam hal ini tidak terlalu memanjakan anak tapi harus membimbingnya sesuai dengan usianya. Untuk itu solusi yang diberikan tidak hanya terbatas pada orang yang memiliki Sindrome Peter Pan saja, tapi mencakup keluarga atau pasangannya.
Peter Pan adalah cerita dongeng barat yang dikarang oleh Sir James Matthew Barrie. Peter Pan merupakan budak laki-laki yang tidak akan tumbuh besar dan secara ajaib enggan untuk membesar. Ia menghabiskan masa pengembaraan kanak-kanak abadinya dalam sebuah pulau kecil yang bernama Neverland.
Woow, sebuah polemik ya, dikala perkembangan zaman yang semakin tak terkejar...
Semoga solusi diatas bisa bermanfaat ketika kita berhadapan dengan penyandang sindrom Peter Pan... (boleh disebut PeterPaners gak ya??? hehe ^^)
Langganan:
Postingan (Atom)
